Perjuangan anak kos menuntut ilmu di sebuah kota pastilah akan memiliki kenangan tersendiri. Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta setiap tahunnya menjadi tujuan para calon mahasiswa untuk berebut bangku kuliah di kampus impian. Ya walaupun pada kenyataannya mungkin juga berebut mencari pasangan. Sekali lagi ini hanya cocokologi versi saya. Tetapi tulisan di bawah ini akan sedikit bercerita mengenai 5 alasan ikatan emosional antara gayung dengan anak kos.

Menjadi anak kos itu sekali lagi memanglah butuh sebuah perjuangan kok. Yakin! Mulai dari harus mencari kos yang cocok dengan impiannya. Mereka juga harus menyesuaikan dengan anggaran yang diberikan oleh the parents foundation. Tak dapat dipungkiri lagi harga indekos di kota ini mulai merangkak naik. Jika ingin mendapatkan kos eksklusif tentunya uang yang disiapkan juga lumayanlah. Tapi kalau dananya terbatas ya masih ada kok. Apa sih yang gak ada di Yogyakarta ini?

Dulu, ketika saya masih kuliah dan dibiayai oleh pemerintah. Saya seringkali menghabiskan waktu numpang beristirahat di indekos teman. Tentunya teman cowok ya, jangan berpikir macam-macam ya Ki Sanak! Berhubung saya tergolong mahasiswa yang menganut mazhab irit, menumpang istirahat di kos teman adalah pilihan terbaik.  Maklum saja, kiriman uang beasiswa dari pemerintah kadang ya telat kadang juga telat banget malahan.

Nah, sebenarnya tulisan ini muncul karena saya selow sekali. Ketika teman saya pada sibuk memikirkan presentasi untuk tugas esok hari. Saya malah mengamati benda yang menarik hati. Gayung. Setiap saya mengunjungi indekos teman, selalu saja ada gayung yang ditaruh di depan kamarnya atau di rak sepatunya. Selalu ada. Apakah ini semacam sesajen atau lelaku  yang dilakukan oleh anak kos saya? Penghalau ibu kos yang menagih uang bulanan? Bisa jadi sih.

Menurut saya, gayung ini memiliki sebuah ikatan emosional dengan para anak kos. Bagaimana tidak? Gayung ini bisa awet menemani bahkan sampai kelulusan mereka lho ya. Kalau pasangan pilihanmu? Bisa aja kamu jadian di awal semester jadian, pas mid semester bubaran. Yang tak kalah penting adalah jikalau temen kos pindahan, gayung tersebut juga tetap dibawa padahal barang yang lain ditinggalkan atau malah dihibahkan. Berarti kan spesial banget kan gayung itu.

Ada beberapa alasan yang mendasari mengapa gayung bisa menjadi sangat spesial di mata anak kos. Pastinya selain buat mandi lho ya. Yuk, bolehlah disimak ulasan di bawah ini :

  1. Menjadi tempat skincare

Penemuan gayung merupakan hal yang patut kita syukuri.  Sifatnya sangat timeless. Di zaman sekarang ini, gayung dapat digunakan sebagai wadah untuk skincare. Bila kita jeli mengamati ada gayung yang isinya tumpeh-tumpeh hingga gayungnya tak sanggup menanggung beban. Bisa jadi mereka adalah orang yang peduli dengan kesehatan kulit. Mulai dari pasta gigi sampai krim-krim ditaruh di sana, asal jangan es krim aja ya.

  1. Dapat berfungsi sebagai identitas

Pengalaman ini saya dapatkan ketika mengunjungi indekos teman. Waktu itu, saya bertanya kepada salah seorang penghuni kamar kos lainnya. Maklum saja baru sekali ke indekos teman saya tersebut. Dengan sigap ia mengatakan, kamarnya yang ada gayung warna pink terus ada tulisan inisial NH. Bagaimana informasi dengan cepat kita terima hanya bermodal gayung saja pemirsa.

  1. Sebagai penanda antrean mandi

Trik ini digunakan ketika teman-teman harus berebut kamar mandi yang hanya ada satu buah. Biasanya mereka akan menaruh terlebih dahulu gayung di kamar mandi. Tujuannya sudah jelas sebagai bentuk tanda pesan tempat dan didahulukan melakukan prosesi mandi. Trik ini akan berhasil jika sesama penghuni kos saling paham dan tidak ngeyelan.

  1. Pengganti microphone

Seperti kita ketahui bahwa banyak sekali penyanyi yang lahir dari balik dinding kamar mandi. Suaranya bahkan menjadi alarm yang bisa membangunkan satu kampung. Daripada harus bayar di karaokean mungkin ini alternatif ketika tanggal tua melanda. Bisa dicoba lho…

  1. Buat menguras bak kamar mandi

Sebagai mahasiswa tentunya harus dituntut untuk kreatif. Termasuk pula dalam hal menguras bak kamar mandi. Memilih indekos memang seperti tebak-tebak buah manggis. Kalau beruntung ya dapat yang bagus, kalau tidak ya ambyar. Bersyukurlah ketika bak kamar mandi kalian sudah dilengkapi katup pembuang air. Apabila belum maka menguras air di bak kamar mandi bisa dijadikan sebagai salah satu work out di pagi hari. Selamat mencoba…

Terima kasih gayung, karena kamu sudah membuat hari-hari anak kos menjadi lebih berwarna dan berarti denganmu. (*)

 

 

 

 

Continue Reading