Ekonom UGM Traheka Erdyas Bimanatya, SE., M.Sc., mengatakan rencana vaksinasi covid-19 belum bisa menjamin pandemi akan segera berakhir dalam waktu dekat. Bila kondisi seperti ini terus berlangsung maka akan berdampak pada ketidakpastian ekonomi karena konsumen akan mengubah pola konsumsi, sedangkan pelaku usaha memilih kebijakan bertahan dari ancaman krisis.

“Masih ada rasa ketakutan dan ketidakpastian pada pandemi covid-19 ini sehingga orang cenderung mencari rasa aman bagi dirinya,” kata Bimanatya dalam Diskusi Tantangan Pencapaian SDGs di masa Pandemi, Selasa (22/12).

Bila pandemi masih berlangsung hingga tahun depan, kata Bimanatya, masyarakat akan lebih banyak memilih menabung dibanding membelanjakan uangnya. Selanjutnya kegiatan transaksi online akan semakin meningkat, kelas menengah kembali menggunakan kendaraan pribadi, dan aktivitas pertemuan lebih banyak dilakukan secara virtual. “Dampaknya tentu pada penurunan turisme, konser, sport, resto, bioskop dan konferensi. Bagi perusahaan maka perjalanan bisnis akan menurun, pelaku usaha enggan melakukan rekrutmen,” katanya.

Belajar saat di masa awal pandemi, ungkapnya, konsumen nantinya akan lebih cenderung melakukan investasi dengan membeli logam mulia, melakukan stok makanan dan obat serta menghindari bepergian jarak jauh. “Dampak covid jika terus berlarut akan mengubah pola konsumsi masyarakat kita,”katanya.

Epidemiolog UGM Riris Andono, Ph.D., mengatakan pemerintah perlu memperkuat sistem kesehatan nasional yang nilainya masih lambat melakukan respon cepat dalam pengambilan tindakan saat penanggulangan penularan pandemi covid-19. “Selama ini sistem kesehatan kita hanya mengelola program yang sama dan terus berulang dari tahun ke tahun dengan proses birokrasi yang begitu panjang,” katanya.

Riris Andono mengungkap di masa mendatang akan lebih banyak ancaman krisis kesehatan yang mirip pandemi covid-19. Oleh karena itu dibutuhkan sistem kesehatan yang lebih baik dalam melakukan respon cepat penanggulangan penyakit pandemi semacam ini. “Covid-19 bukan pertama dan terakhir, kemungkinan penyakit dengan potensi pandemi akan selalu datang mengancam, jika sistem kesehatan tidak dibenahi maka kita akan mengalami masalah dan kondisi yang sama,” ujarnya.

Continue Reading

Tes swab atau usap dengan Polymerase Chain Reaction (PCR) merupakan metode yang saat ini paling akurat dalam mendeteksi infeksi virus corona jenis baru penyebab Covid-19. Namun begitu, hasil pemeriksaan terkadang…

Virus SARS Cov-2 penyebab Covid-19 diketahui menginfeksi dari satu individu ke individu lain melalui percikan air liur atau droplet baik dari hidung maupun mulut. Lalu bisakah seseorang terinfeksi virus corona…

Pakar Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan FISIPOL UGM, Hempry Suyatna menyebutkan kasus korupsi dana bansos yang terjadi di Kementerian Sosial (Kemsos) merupakan sebuah ironi. Sebab, ditengah banyaknya masyarakat yang kesulitan karena…

Fenomena kecanduan internet pada anak kian marak dalam beberapa waktu terakhir. Kecanduan internet ini sering mengakibatkan anak-anak malas belajar dan memengaruhi kesehatan baik fisik maupun mental. Dokter spesialis kejiwaan RSA…