Zaman semakin maju, begitu pun juga dengan dunia penerbitan buku. Ketika dulu menulis buku harus menempuh proses berbulan-bulan dan makan hati. Maka sekarang itu tak perlu lagi terjadi. Penulis sendirilah yang sekarang bisa memutuskan kapan bukunya akan diterbitkan. Kemunculan berbagai penerbit alternatif telah membuat perubahan tersbut. Sehingga muncul gerakan membuat buku secara indie.

Buku indie sebenarnya mengadopsi semangat independen. Bikin buku secara indie memang lebih menguntungkan dibandingkan dengan buku secara mayor. Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, penulis dapat mengatur kapan buku terbit, di manakah buku akan dipasarkan, bereksperimen dengan tulisan serta idealisme tidak akan dipangkas.

Keunggulan lainnya adalah kita dilatih untuk membuat jejaring. Semacam membuat puzzle, menemukan editor, layouter, desainer sampul, dan sebagainya. Salah satu penerbitan indie yang berbasis teknlogi adalah BAKBUK.ID. Hanya dengan mengirimkan naskah dan sampul secara daring, kamu bisa terbitkan bukumu di mana saja dan kapan saja. Kurang indie apa coba?(*)

Continue Reading

Biasanya kita mendengar bagai pungguk merindukan bulan. Ada yang berbeda dari sebuah peribahasa yang sedikit diubah menjadi bagai pungguk merindukan pendidikan: jamak dari penduduk Indonesia masih belum bisa menikmati pendidikan…

Tak dapat dipungkiri lagi perkembangan teknologi membuat kita semakin mudah dalam melakukan apa saja, termasuk mengambil foto. Sekarang gawai yang beredar di pasaran sudah dapat dikatakan mumpuni dan membuat kita…