Sebuah buku yang enak dibaca serta laku di pasaran merupakan buah kerja keras dari sebuah tim yang luar biasa. Perjalanan sebuah naskah menjadi buku tidaklah semudah dibayangkan. Kadang kala kita melupakan peran layouter yang harus membuat calon bukumu menjadi cantik.

Layouter buku merupakan sosok yang perlu kalian apresiasi. Kerja kerasnya menata letak naskahmu menjadi satu kesatuan utuh tugas yang berat. Tulisan yang sudah dinyatakan “layak” oleh editor kemudian dibawa ke layouter. Di sinilah naskah yang mentah disusun, baik dari jenis font, tata letak tulisan yang kamu buat, bahkan warna yang akan digunakan. Semua disusun dengan penuh perhitungan.

Seorang layouter buku dituntut untuk memiliki tingkat kreativitas tinggi. Apalagi jika naskah yang kalian kirimkan memuat gambar atau ilustrasi. Tugas sang layouterlah untuk memadukan keduanya agar “roh” bukumu tetap bisa dirasakan oleh pembaca. Sudahkah kalian berterima kasih kepada layouter bukumu? Hihihi…(*)
Continue Reading

Menulis sebagai terapi? Emang bisa? Buat kalian yang hobi menulis, bersyukurlah bahwa dengan menulis bisa dijadikan media untuk terapi. Terus apa sih manfaat yang didapatkan ketika kita rutin melakukan terapi…