Setelah beberapa waktu yang lalu mimin membahas mengenai gaya bahasa satire. Pada artikel ini mimin akan mencoba memberikan penjelasan tentang gaya bahasa sarkasme. Sebenarnya keduanya masuk ke dalam jenis majas. Hanya saja berbeda levelnya. Kalau satire sih kita bisa bales dengan senyum kecut, sedangkan sarkasme bisa bikin baper. Bahkan emosi level dewa.

Jika mengacu kepada definisi dari KBBI, sarkasme adalah (penggunaan) kata-kata pedas untuk menyakiti hati orang lain; cemophan atau ejekan kasar. Sudah bisa dibayangkan gimana kata-kata ataupun susunan kalimat yang bakal mendarat di telinga kita? Pasti bakal bikin hati kita sakit, kecuali hatimu dari batu sih.

Kalau boleh kasih saran sih mendingan jangan menggunakan majas sarkasme. Pasti efeknya akan menjadi kurang baiklah. Anggap aja ini sebagai jurus pamungkas teman-teman. Semoga artikel ini membantu teman-teman membedakan satire dan sarkasme. Bijaklah menggunakan kata-kata, seperti saat kamu membujuk mantanmu buat balikan. Bukan begitu?(*)
Continue Reading

Menulis sebagai terapi? Emang bisa? Buat kalian yang hobi menulis, bersyukurlah bahwa dengan menulis bisa dijadikan media untuk terapi. Terus apa sih manfaat yang didapatkan ketika kita rutin melakukan terapi…

Sebagus apapun tulisanmu, jika gagal menentukan judul maka semuanya akan sirna usahamu. Sebuah buku yang baik tentunya memiliki judul yang berdaya jual. Membuat judul buku, yaa bisa dibilang gampang-gampang susah.…

Perlu gak sih membuat kata pengantar? Gimana nih tanggapan sahabat BAKBUK.ID ? Atau jangan-jangan malah belum pernah bikin kata pengantar ya? BAKBUK.ID mau jelasin nih, kadang ada salah kaprah antara prakata ataupun…