Dalam menulis sebuah karya fiksi, tentunya kita mengenal yang namanya alur. Sebuah cerita membutuhkan alur sebagai salah satu unsur intrinsik dalam sebuah cerita.  Lalu apakah yang dimaksud dengan alur dalam cerita tersebut? Jadi begini sodaraku semua, alur merupakan sebuah urutan peristiwa atau kejadian yang dibuat secara logis oleh penulis dan dialami oleh tokoh dalam cerita. Tentunya kita harus membuat alur yang menarik agar pembaca merasa asyik dengan alur yang ada.

Tahapan yang perlu dilakukan dalam membuat alur sebuah cerita.

  1. Tahap pengenalan  . Tahapan awal ini digunakan untuk mengenalkan tokoh, latar, waktu dan hal lainnya yang dirasakan perlu.
  2. Tahap pemunculan konflik . Selanjutnya, tahapan kedua adalah mulai munculnya konflik atau masalah. Tokoh-tokoh yang ada mulai dihadapkan pada permasalahan.
  3. Tahap konflik memuncak. Pada tahapan ini sering disebut dengan klimaks. Ketegangan dalam sebuah cerita mencapai puncak.
  4. Tahap konflik menurun. Setelah mengalami klimaks, tahapan alur selanjutnya adalah antiklimaks. Sudah terjadi penurunan konflik dan berangsur hilang.
  5. Tahap penyelesaian. Tahap ini merupakan akhir ataupun ending dari sebuah cerita. Dan di sinilah tugas penulis untuk memberikan ending yang menarik dan tidak menggantung.(*)

 

 

 

 

 

 

Continue Reading