Guru Besar pada Departemen Neurologi Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) UGM, Prof. Dr. dr. Samekto Wibowo, Sp.S(K), Sp.FK(K), mengatakan bahwa informasi terkait thermo gun bisa membahayakan otak tidak benar.
Thermo gun sudah lama digunakan di bidang medis dan sejauh ini tidak ada komplain. Tidak ada laporan adanya gangguan pada otak atau bagian tubuh lain,” jelasnya saat dihubungi Senin (27/7).
Samekto menjelaskan bahwa thermo gun  yang bisa digunakan untuk mengukur suhu tubuh manusia menggunakan inframerah. Bukan memakai laser seperti yang viral diperbincangkan dalam beberapa hari belakangan.
Semua alat medis disebutkan Samekto telah lolos uji klinis yang berarti aman untuk digunakan. Demikian halnya dengan thermo gun sebelum digunakan pada manusia, sebelumnya telah melalui uji klinis untuk memastikan keamanannya.
“Semua alat medis atau obat yg boleh digunakan pada manusia, harus sudah lolos uji klinis,” terangnya.
 
 
Cara kerja
Sementara dihubungi terpisah, Guru Besar Teknik Fisika UGM, Prof. Ir. Sunarno, M.Eng., Ph.D., menjelaskan thermo gun untuk mengukur suhu manusia bekerja dengan menerima pancaran inframerah (far infrared) dari tubuh. Energi yang ditangkap oleh sensor diubah menjadi energi listrik yang selanjutnya ditampilkan dalam bentuk angka digital dalam serajat celcius.  
 
“Jadi thermo gun tidak memancarkan inframerah, tetapi malah menerima radiasi inframerah dari tubuh manusia,” jelasnya.
Radiasi inframerah ini disebutkan Sunarno tidak dapat dilihat oleh mata manusia. Namun bisa dirasakan sebagai panas seperti suhu tubuh.
Menanggapi kabar viral yang menyebutkan saat thermo gun berbahaya bagi otak saat laser “ditembakkan” ke arah dahi berkali-kali , Sunarno menyatakan hal tersebut tidak benar. Laser pada thermo gun tidak membahayakan otak. Pasalnya laser yang digunakan berenergi rendah.
“Tidak cukup energi untuk merusak otak karena berada pada frekuensi non pengion. Namun upayakan jangan sampai kena mata,” terang dosen Teknik Fisika UGM ini.
Fungsi laser pada thermo gun hanya membantu dalam menentukan titik pusat pengukuran pada objek, tidak berkaitan dengan fungsi pengukuran suhu.
“Laser sebagai pointer, kerjanya sama seperti pada presentasi untuk ketepatan pada objek. Kalau untuk mengukur suhu manusia kan dilakukan pada jarak dekat sehingga tidak perlu pakai laser, dinonaktifkan saja,” paparnya.
Berbeda pada industri, penggunaan laser sangat diperlukan untuk membantu ketepatan arah pada objek yang posisinya jauh. Misalnya pada logam panas, kabel yang mengalami konsleting dan lainnya.
 
Continue Reading

Hari Minggu yang lalu (19/7), dunia sastra kembali kehilangan salah satu maestronya. Sang penyair yang terkenal lewat puisi dengan judul Hujan Di Bulan Juni berpulang untuk selamanya. Sapardi Djoko Damono…
Cara-Merayakan-Akhir-Pekanmu

Siapa yang pernah mendengar atau menggunakan kata lazuardi atau nilakandi? Hmmm saking banyaknya kosakata di bahasa Indonesia sampai bingung sendiri menggunakannya. Tapi bersyukurlah dengan kekayaan bahasa yang kita miliki. Semakin…

Obat spesifik untuk Covid-19 saat ini belum ditemukan. Berbagai penelitian dilakukan oleh banyak pihak untuk mencari obat yang ampuh untuk membunuh virus corona jenis baru ini, termasuk dari bahan herbal.…

Patutlah kita berbangga kepada komikus lokal yang ada di negeri ini. Rasa-rasanya tak akan kekurangan talenta yang bisa menyuguhkan ide segar di dunia perkomikan. Salah satunya adalah Pocongman, sebuah komik …

Belum lama ini pemerintah meminta importir utuk menarik peredaran jamur enoki yang berasal dari Korea Selatan. Produk tersebut diduga terkontaminasi bakteri Listeria monocytogenes yang menyebabkan kejadian Luar Biasa (KLB) di…

Bikin buku secara indie sedang marak akhir-akhir ini. Jalur ini sering dipilih untuk mempermudah menerbitkan karya yang dimiliki. Bisnis buku indie semakin marak di negeri ini. Bahkan di beberapa daerah,…

Seringkali kita menemukan kata yang rancu dalam membaca sebuah tulisan. Kesempatan kali ini, BAKBUK.ID akan membahas kata margin ataukah marjin yang sebenanrnya benar dan sesuai KBBI. Yuk kita simak saja,…
Menjaga Pikiran Agar Tetap Positif

Bikin buku kok dalam hitungan hari? Kayak kisah Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso aja. Mungkin kalian pada ketawa membaca kalimat di depan ya? Zaman semakin maju kok malah dipersulit. Sudah…