Awan Lenticularis Bahayakan Penerbangan

Seharian kemarin, semua lini masa di media sosial sangat ramai membincangkan kemunculan awan Lenticularis di sekitaran gunung pulau Jawa. Awan ini menyerupai cendawan atau juga payung. Banyak yang mengatakan bahwa kemunculan awan ini identik dengan terjadinya bencana. Apakah benar demikian?

Pakar Iklim Universitas Gadjah Mada (UGM), Dr. Emilya Nurjani menjelaskan fenomena awan yang terlihat kemarin tidak terkait dengan pertanda akan terjadinya bencana. Namun begitu, awan ini berbahaya bagi aktivitas penerbangan karena bisa mengakibatkan turbulensi.

“Awan ini berbahaya utamanya bagi pesawat yang terbang disekitarnya,” terangnya

Emilya mengatakan awan lenticularis merupakan fenomena biasa. Awan ini sering muncul atau terbentuk di daerah pegunungan/gunung maupun perbukitan/bukit.

Pembentukan awan ini disampaikan Emilya dipengaruhi oleh faktor orografis/elevasi. Oleh sebab itu awan ini sering terbentuk di daerah pegunungan/gunung ataupun perbukitan/bukit. Awan biasanya sering terbentuk disisi pegunungan yang berangin atau sisi hadap lereng (windward), tetapi awan lenticularis terbentuk disisi bawah angin atau sisi belakang lereng (leeward). Dengan begitu saat udara lembab naik ke sisi atas gunung/bukit mengalami pendinginan dan pemadatan sehingga menghasilkan awan. Namun, disisi yang berlawanan dengan angin, udara menurun dan menghangat sehingga terjadi penguapan.

“Dilihat dari permukaan, awan terlihat tidak bergerak saat udara mengalir dan lapisan pembentuk awan terlalu kering swhingga lenticular akan terbentuk satu di atas yang lain. Bahkan terkadang hal ini meluas ke lapisan stratosfer dan terlihat seperti UFO,” paparnya.

Dosen Departemen Geografi Lingkungan Fakultas Geografi UGM ini mengatakan bentuk gelombang di atas gunung dan bagian bawah berbentuk pusaran air yang berputar-putar. Bagian yang naik dari bentuk pusaran air ini cukup dingin untuk menghasilkan awan rotor. Udara di awan rotor ini sangat bergejolak dan berbahaya bagi pesawat yang terbang di sekitarnya. Kondisi berbahaya juga berlaku untuk penerbangan disisi leeward gunung/bukit karena ada gerakan ke bawah yang cukup kuat.

Ditambahkannya, kemunculan awan lenticularis ini biasanya akan menimbulkan hujan dengan intensitas sedang.

“Hujan, tetapi intensitas tidak tinggi karena pada dasarnya uap air sudah jatuh sebagai hujan disisi windward,” pungkasnya. (*)

 

 

You might also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *