Memahami Apa Itu OTG, Orang Tanpa Gejala yang Bisa Sebarkan Corona

Penyebaran Corona di Indonesia memasuki babak baru. Pemerintah melalui Kementrian Kesehatan telah melakukan revisi terhadap Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease ( Covid-19). Revisi tersebut menyatakan ada penambahan kategori dalam penanganan COVID 19, yaitu OTG. Merujuk pada aturan Kemenkes terseebut, OTG merupakan Orang Tanpa Gejala.

OTG atau Orang Tanpa Gejala merupakan  seseorang yang tidak bergejala dan memiliki risiko telah tertular dari orang konfirmasi Covid-19. Biasanya, OTG ini memiliki kontak erat dengan kasus konfirmasi atau pasien positif Covid-19.

Kemudian, apakah yang dimaksud dengan kontak erat? Kontak erat di sini bisa dipahami sebagai aktivitas berupa kontak fisik atau berada dalam ruangan atau berkunjung dalam radius 1 meter dengan pasien berstatus pasien dalam pemantauan (PDP) atau positif Covid-19, dalam 2 hari sebelum kasus timbul gejala hingga 14 hari setelah kasus timbul gejala.

1. Petugas kesehatan

Petugas kesehatan yang memeriksa, merawat, mengantar dan membersihkan ruangan di tempat perawatan kasus tanpa menggunakan alat pelindung diri (APD) sesuai standar.

2. Orang dalam satu ruangan

Orang yang berada dalam suatu ruangan yang sama dengan pasien virus corona, termasuk tempat kerja, kelas, rumah, acara besar dalam 2 hari sebelum kasus timbul gejala dan hingga 14 hari setelah kasus timbul gejala.

3. Orang yang bepergian bersama

Orang yang bepergian bersama (radius 1 meter) dengan segala jenis alat angkut atau kendaraan dalam 2 hari sebelum kasus timbul gejala dan hingga 14 hari setelah kasus timbul gejala. (*)

 

 

 

 

You might also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *