Cara Mendidik Anak Di Zaman Digital

Mumpung akhir pekan, ada baiknya kita membicarakan yang santuy-santuy saja. Di artikel kali ini, BAKBUK.ID bakalan ngasih tips tentang gimana sih seharusnya mendidik anak di zaman digital seperti sekarang ini? Tenang aja, tulisan ini buat semuanya kok. Jadi buat yang masih jomlo, mau nikah bahkan udah nikah pun cocok sekaleeee…

Jadi gini, kan zaman juga sudah berubah para boskuee sekalian. Tentunya ini akan mengubah cara pandang orang tua kepada dunia yang dialami buah hatinya. Ndak bisa dong cara mendidik zaman kolonial dibawa ke zaman digital. Pandangan orang tua selalu benar tampaknya perlu juga dikoreksi. Yeee kan…

Sebenarnya ada beberapa hal yang bisa dilakukan tatkala mendidik buah hati di zaman digital. Tak perlu malu jika memang mengalami ketertinggalan zaman. Itu adalah kunci awal yang harus dipegang terlebih dahulu. Nah, sekarang kita bahas apa saja sih yang diperlukan dalam mendidik anak di zaman digital.

  1. Ciptakan ruang belajar. Sebagai calon parents atau bahkan parent, ciptakan ruang belajar antara orang tua dan anak. Jangan malu untuk belajar dari sang buah hati dan sebaliknya.
  2. Jadilah sahabat yang hangat untuk anak. Setelah menciptakan ruang belajar. Tips lainnya untuk mendidik anak di zaman digital adalah menjadi teman mengobrol yang hangat. Saling bertukar cerita. Jangan pula memaksakan kehendak.
  3. Kolaborasi dalam mengasuh anak. Mendidik anak adalah kolaborasi yang dilakukan antara suami dan istri. Tidak bisa mendidik anak dilakukan oleh salah satu pihak saja. Kolaborasi menjadi kunci agar anak memiliki pola pengasuhan yang baik.
  4. Tanamkan nilai. Sebuah keluarga yang baik adalah keluarga yang memiliki nilai yang kuat di dalamnya. Fungsi nilai adalah menjadi filter dalam hidup berkeluarga.
  5. Berikan contoh dan lakukan evaluasi. Bila sudah menanamkan nilai maka ada baiknya sebagai pasangan orang tua memberikan contoh. Setelahnya, berikan evaluasi terhadap keputusan yang sudah diambil.
Harapannya adalah setelah membaca tips di atas, temen-temen semua bisa menjadi orang tua yang membebaskan tapi tidak membiarkan. Amin. (*)

 

 

You might also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *