Lokomotif Uap Terakhir Di Jawa, Saksi Mata Kejayaan Industri Gula Indonesia

Lokomotif Uap Terakhir Di Jawa, Saksi Mata Kejayaan Industri Gula Indonesia

Negeri ini kadang kala lupa akan sejarah yang ada di masa lampau. Contohnya saja adalah bagaimana bangsa ini melupakan adanya kejayaan industri gula yang pernah terjadi. Kebijakan pemerintah menutup banyak pabrik gula memiliki dampak luar biasa. Selain kehilangan pekerjaan, banyak infrastuktur yang terbengkalai dan terkoyak oleh zaman.

Jika pernah mengunjungi pabrik gula maka kita tidak akan asing dengan adanya alat transportasinya. Kereta api. Tak hanya sebagai angkutan penumpang saja, kereta api juga digunakan untuk mengangkut tebu menuju ke pabrik gula terdekat. Memang tidak semua pabrik gula memiliki angkutan berupa kereta api. Tetapi lokomotif uap yang menjadi penarik gerbong tebu (lori) adalah saksi bisu perjalanan industri gula. Zaman dahulu kita bahkan bisa surplus produksi gula dan melakukan ekspor.

Buku “Lokomotif Uap Terakhir Di Jawa” adalah sebuah upaya pendokumentasian tentang heritage yang terlupakan, tepatnya di pabrik gula Poerwodadie. Di lain pihak juga sebagai cambuk kepada kita semua bahwa pabrik gula merupakan bagian sejarah yang penting dalam perjalanan bangsa ini. Entah sampai kapan lokomotif uap itu akan menunggu nasibnya. Bisa jadi mereka hanya akan teronggok dan bersahabat dengan karat. Tapi bisa juga dia akan dijual menjadi barang rongsokan dan lebur bersama peradaban. Semoga masih ada harapan…(*)

You might also like

One thought on “Lokomotif Uap Terakhir Di Jawa, Saksi Mata Kejayaan Industri Gula Indonesia”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *