Dipikir Jadi Guru Itu Mudah?

Biasanya kita mendengar bagai pungguk merindukan bulan. Ada yang berbeda dari sebuah peribahasa yang sedikit diubah menjadi bagai pungguk merindukan pendidikan: jamak dari penduduk Indonesia masih belum bisa menikmati pendidikan yang layak dan semestinya. 

Sebuah kalimat yang sederhana namun sangat mengena. Apa kabar dunia pendidikan di Indonesia? Masihkah kita peduli padanya? Ataukah hanya memasrahkannya kepada para guru saja? Entahlah…

Tulisan milik A. Budiyanto atau yang akrab dipanggil Abie ini pas rasanya apabila dibaca saat ini. Apakah ketika Nadiem Makarim menjadi menteri pendidikan akan terjadi perubahan? Harapannya sih begitu, mengingat begitu banyaknya pekerjaan rumah yang harus dihadapi.

Buku Sobek.@n tampaknya merupakan sebuah “kitab” refleksi yang dihadapi oleh para guru di lapangan. Kegelisahannya sangat membuncah sehingga ia merasa perlu menulis buku ini. Ada sebuah bagian yang menarik di mana ia mencoba “menantang” orang-orang yang memiliki cita menjadi guru.

Baginya guru bukan hanya digugu lan ditiru, lebih dari itu. Menurutnya, guru adalah seorang pembelajar sepanjang hayat. Apalagi isu konteks zaman yang memasuki fase 4.0. Guru harus bergulat dengan waktu dan kemajuan teknologi.

Sekali guru adalah sebuah pilihan dan passion, tidak semata pekerjaan saja! Menyelami tulisan yang ada di dalam buku tersebut. Kita diajak untuk menyadari bahwa pendidikan merupakan elemen penting yang tidak bisa serampangan dibuat mainan.

Apresiasi yang tinggi kepada A. Budiyanto yang telah dengan lantang berani menyuarakan apa yang dialaminya. Banyak kisah seru yang digambarkan dalam buku tersebut. Apalagi yang berprofesi sebagai guru atau praktisi pendidikan, pastilah akan merasakan apa yang ditulis olehnya.

Setidaknya ia sudah berani menyempatkan menulis ketika dihimpit beban administrasi sebagai guru. Terima kasih pak guru atas kisahmu…(*)

You might also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *