Cinta Pertama untuk Ayah dalam 126 Halaman

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW pernah ditanya oleh seseorang tentang kepada siapa seseorang harus berbakti pertama kali. Orang itu bertanya sebanyak tiga kali.Rasulullah SAW menjawab “ibumu” sebanyak tiga kali. Baru di urutan keempat Rasulullah SAW menjawab “kemudian ayahmu.”

Hadis di atas tentu saja menjawab status mulia sang ibu dalam kehidupan seorang manusia. Kita semua tak perlu mempertanyakan itu. Namun kalau seorang anak perempuan ditanya siapa cinta pertamanya. Boleh jadi dia akan menjawab “ayah”.

Tanpa bermaksud menafikan posisi ibu dalam kehidupan Fita Damai Ristiyani, rasa hormat dan cinta kepada sang ayah terekam dengan baik lewat sebuah buku biografi yang uniknya ditulis untuk mengenang perjuangan ayahnya, sosok yang sangat berkesan di kehidupannya.

Buku Fita itu berjudul Teruntuk Bapak. Cinta Pertama Seorang Anak Perempuan. 126 lembar halaman dalam buku tersebut dibaktikan untuk ayahnya, yang oleh Fita disebut dengan mantap sebagai belahan jiwanya. Kebanyakan orang selalu punya kisah untuk diceritakan. Dan menuliskan buku yang dipersembahkan untuk seorang kepala keluarga, penopang hidup, dan sekarang hanya hidup dalam kenangan anak perempuannya, tentu luar biasa.

Fita menyebut buku karyanya itu sebagai curahan hati, sekaligus rekaman kisahnya bersama ayahandanya. Dari halaman pertama sampai terakhir, orang bisa membaca jelas bagaimana cinta dan rasa hormat Fita yang begitu besar kepada ayahnya yang kini telah almarhum.Seberapa banyak sih orang yang bisa bercerita dengan apa adanya tentang salah satu anggota keluarga yang paling dihormatinya?

Dengan detil dan rinci, Fita menceritakan semua hal tentang ayahnya yang tak pernah berhenti berharap anak bungsunya jadi perempuan yang sukses. Ayahnya yang tak pernah berhenti berdzikir di sepanjang jalan pulang ketika membopong anak bungsunya di momen gempa Jogja 2006. Ayahnya yang bahagia ketika dibawa berlibur ke pantai.

Detil-detil itu mengungkap gambaran tentang betapa mulianya ayah Fita, dan betapa segenap kemuliaan sang ayah ditangkap dengan baik oleh Fita yang sanggup menceritakan semua itu dengan gamblang, apa adanya.Dari detil itu pula seorang pembaca mendapat gambaran tentang perjuangan seorang ayah dalam mengangkat harkat putrinya. Betapa harapan dan doa orang tua, sekaligus kerja yang tak pernah putus, menjadi hikmah yang memberikan dua hal: kebahagiaan sekaligus kepasrahan.

Coba saja baca, misalnya, bab berjudul ‘Kenangan Bersama Bapak’ yang dimulai dari halaman 23. Fita menceritakan cerita tentang ayahnya dengan polos, dan dengan bahasa apa adanya seorang anak yang mencintai ayahnya sepenuh hati.Demikianlah Fita, segenap memori tentang ayahnya dibawakan dengan bahasa cinta dan bakti kepada orang tuanya. Saya menyebut Teruntuk Bapak sebagai penghormatan mendalam. Apalagi penghormatan itu disampaikan dalam bentuk buku, maka berlipat gandalah penghormatan itu.

 

Data buku:

 

Teruntuk Bapak. Cinta Pertama Seorang Anak

Fita Damai Ristiyani

Penerbit: Bakul Buku Indonesia

Jumlah halaman: 126 hlm.

November 2018

 

 

 

 

 

 

You might also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *