Apa Yang Harus Dilakukan Saat Bertemu dengan Editor Buku?

Setelah naskah diterima oleh penerbit, biasanya kalian akan dihadapkan dengan editor yang akan mengawal sampai naskahmu terbit. Banyak yang beranggapan bahwa editor itu menakutkan dan bikin ngeri. Ah apa iya sih? Mungkin itu perasaanmu saja gengs.

Tugas editor bisa dibilang tidaklah mudah, ia harus memahami alur dan gaya bahasa tulisanmu. Ia pun juga harus memperbaiki tulisanmu agar lebih enak dibaca. Kalau editor itu “galak” sebenarnya buat kebaikanmu juga sih. Biar kalian gak dead style alias mati gaya pas menghadapi editor. Mimin akan kasih sedikit pencerahan.

Apa sih yang seharusnya dilakukan saat bertemu dengan editor buku? Bakar dupa sebelumnya? Bawa gula teh? Ataukah harus bersujud di hadapannya? Tidak usah berlebih, editor manusia biasa kok. Mimin akan jawab kegelisahan kita.

  1. Berusahalah menjadi pendengar. Penulis yang baik adalah pendengar yang baik pula. Kalau sudah ketemu dengan editor jangan merasa sok-sokan kamu seorang penulis yang beken. Penulis baru punya satu buku aja gayanya minta ampun. Dengarkan arahan editor tentang naskahmu, pahami dan lakukan apa yang dikatakannya.
  2. Anggap dia sebagai temanmu. Bukan berarti ketika kamu mendengarkan dia posisinya terus kayak atasan dan bawahan. Ini gak sehat untuk kamu. Posisikan dia sebagai temanmu. Tujuannya adalah menciptakan posisi sejajar.
  3. Buatlah ruang diskusi dengan editormu. Poin ini penting, usahakan naskahmu bisa menjadi lebih baik dan bernyawa. Terus jangan pas udah naik cetak kamu baru sambat tentang naskahmu. Gak banget! Bukalah ruang diskusi sebaik mungkin. Jelaskan maksudmu, jangan diem aja kayak batu bata. Editor juga bukan mentalist yang bisa baca pikiranmu.
  4. Ucapkan terima kasih. Pada saat naskahmu sudah oke dan siap dicetak. Secara etisnya ya kamu ngucapin terima kasih. Tanpa editor bukumu bisa jadi gak akan cetak. Hal yang biasanya dilupakan oleh sebagian besar orang, termasuk juga penulis. Biasakan mulai sekarang ya.
Sudah jelas kan, apa yang harus dilakukan ketika bertemu dengan editor bukumu? Ndak perlulah ngajak orang sekampung ataupun dukun. Kamu bisa hadapi sendirilah. Pertanyaannya adalah kapan bukumu akan dicetak kalau sampe sekarang naskahmu di komputer jadi kerak?(*)

You might also like

One thought on “Apa Yang Harus Dilakukan Saat Bertemu dengan Editor Buku?”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *