Sarkasme, Bisa Bikin Baper. Mosok Sih?

Setelah beberapa waktu yang lalu mimin membahas mengenai gaya bahasa satire. Pada artikel ini mimin akan mencoba memberikan penjelasan tentang gaya bahasa sarkasme. Sebenarnya keduanya masuk ke dalam jenis majas. Hanya saja berbeda levelnya. Kalau satire sih kita bisa bales dengan senyum kecut, sedangkan sarkasme bisa bikin baper. Bahkan emosi level dewa.

Jika mengacu kepada definisi dari KBBI, sarkasme adalah (penggunaan) kata-kata pedas untuk menyakiti hati orang lain; cemophan atau ejekan kasar. Sudah bisa dibayangkan gimana kata-kata ataupun susunan kalimat yang bakal mendarat di telinga kita? Pasti bakal bikin hati kita sakit, kecuali hatimu dari batu sih.

Kalau boleh kasih saran sih mendingan jangan menggunakan majas sarkasme. Pasti efeknya akan menjadi kurang baiklah. Anggap aja ini sebagai jurus pamungkas teman-teman. Semoga artikel ini membantu teman-teman membedakan satire dan sarkasme. Bijaklah menggunakan kata-kata, seperti saat kamu membujuk mantanmu buat balikan. Bukan begitu?(*)

You might also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *