Bijak Menggunakan THR

Apa kabar teman-teman semua? Gimana puasanya masih lancar kan? Setelah sempat kita kemarin diem-dieman, hari ini kita bisa menikmati lagi jaringan. Heppi banget rasanya. Mirip kayak nerima THR alias Tunjangan Hari Raya. Aciieeee…siapa nih yang udah nerima THR buat lebaran kali ini?

THR merupakan hak yang harus diterima setiap pekerja menjelang hari raya. Ada baiknya kita juga bijak untuk menggunakan THR yang kita terima. Oleh sebab itu, kita akan berikan semacam cara untuk mengelola THR agar berguna dan memberikan dampak positif. Sebelum menggunakan THR, sebaiknya kita menyusun skala prioritas.

  1. Gunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Hal pertama yang wajib kamu lakukan adalah mengutamakan kebutuhan keluarga. Biasanya ketika Lebaran tiba tingkat konsumsi akan meningkat. THR dapat kalian gunakan untuk menopangnya. Uang yang kalian miliki bisa untuk membeli baju, makanan atau mungkin juga diberikan kepada orang tuamu sebagai wujud balas budimu kepada mereka.
  2. Bersedekah dan zakat. Setelah kalian memberikan sedikit rezeki dari THR untuk keluarga, saatnya berbagi untuk sesamamu. Kalian bisa bisa menggunakan jalur zakat ataupun sedekah sukarela. Tak perlu memaksakan diri dengan nominal tertentu. Yang paling penting adalah didasari dengan semangat ikhlas dan berbagi kepada yang membutuhkan.
  3. Sisihkan untuk menabung. Berapa pun uang THR yang didapatkan, kalian harus alokasikan untuk menambah tabungan. THR merupakan salah satu cara untuk menambah tabungan kalian. Jangan sampai kalian semua malah menjadi boros dan gak bisa nabung. Setidaknya siapkanlah tabungan untuk pasangan kalian di kelak kehidupan yang akan datang. Bukan begitu?
  4. Jangan takut berinvestasi! Salah satu cara bijak lainnya menggunakan THR adalah menyisihkan uang untuk investasi. Generasi milenial identik dengan wirasawasta atau pengusaha. Walaupun kalian sekarang masih pekerja, mimpi sebagai pengusaha tetap harus ada. Kalian harus selalu pupuk impian itu. THR menjadi salah satu cara untuk mengumpulkan modal sedikit demi sedikit. Seperti kata pepatah, sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit.(*)

You might also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *