Revolusi Literasi Ala BAKBUK.ID (part 2)

Revolusi Litrasi Ala BAKBUK.ID

part 2

                “Aduh naskahku ditolak lagi,” ujar Sekar sambil matanya berkaca-kaca.

“ Duh, keluar banyak uang nih kalo bukuku mau dijual di toko buku,” ungkap Rara.

“Buku diretur, yah..mau gak mau ya harus jualan bukuku sendiri deh!” kata Lukkie.

“Sudah capek-capek nulis, masih harus jualan buku sendiri,” keluh Bima.

“Buku aku laku keras, tapi kenapa pembayaran royaltiku harus nunggu beberapa bulan lagi?” tanya Iwan.

Hal inilah yang ditemukan ketika BAKBUK.ID melakukan survei kepada penulis mengenai kendala yang dihadapi oleh mereka selama ini. Survei tersebut menunjukkan bahwa penulis menginginkan sebuah perubahan dalam apresiasi terhadap karya mereka. Tidak sedikit penulis menginginkan naskahnya dibukukan. Namun ada juga penulis yang tidak punya uang banyak untuk menembus toko buku. Bahkan ada juga penulis yang benar-benar menggantungkan hidupnya pada buku yang ditulisnya. Betapa pedihnya ketika ia harus bertahan hidup sambil menunggu royaltinya yang entah diberikan kapan.

 

Kepikiran ga sih?

Ada sebuah platform digital yang mampu menjawab kegelisahan para penulis tersebut. (*)

You might also like

3 thoughts on “Revolusi Literasi Ala BAKBUK.ID (part 2)”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *